JENIS-JENIS MAJAS JUGA PEMAHAMAN TERUPDATE

Substansi pelajaran Kaidah Indonesia yang terdapat saat kurikulum yang lama maupun baru sangatlah banyak, salah satunya ialah substansi majas. Ya, majas merupakan materi yang cukup terkadang dibahas sejak jenjang tuntunan SD, SMP, hingga level SMA/SMK. http://www.ilmubahasa.net/2014/11/macam-macam-gaya-bahasa-majas.html Ulasan majas merupakan bahasa mempesona yang digunakan untuk mengatur susunan perkataan yang tujuan akhirnya yakni untuk mengulurkan efek unik agar terwujud sebuah aksen imajinatif bagi penyimak ataupun pendengarnya, cantik secara lisan maupun tertulis. Perihal sebutan majas di dalam pelajaran Kode Indonesia betul2 cukup besar, seperti yang terdapat dalam puisi, pantun, dan hikayat ataupun makalah lainnya.

Selain itu, tersedia pengertian atau definisi lain yang menjalankan tentang majas, yakni pemanfaatan gaya bahasa untuk mencatat nuansa tertentu sehingga menobatkan kesan tanda kata yang lebih imajinatif. Berbicara tentang contoh jenis-jenis majas laksana, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Figuratif dan lain-lain adalah sesuatu penting untuk Anda yang ingin mempelajari lebih rumpang salah satu pelajaran dari emas tempawan pelajaran Kode Indonesia di sekolah tersebut. Gaya bahasa yang indah dan mempesona tentunya bakal membuat di setiap pembacanya merasakan tertarik untuk menyimaknya, terutama sampai seringkali.

Penggunaan majas yang bagus dalam membuat sebuah sajak ataupun nasihat menjadi tuntutan mutlak apakah tulisan tersebut menarik / tidak. Oleh sebab itu juga, kemampuan yang bagus dalam bermoral mutlak diperlukan bagi Engkau yang ingin mendalami wilayah penulisan, entah itu novel, puisi, bahkan pantun. Oleh karena itu perbanyaklah merenceng beragam struktur bahasa dalam pikiran & tulisan Dikau di jurnal setiap harinya supaya sutradara Anda semakin terlatih untuk membuat majas dengan selaku yang menarik. Sesuai secara tema di kesempatan saat ini, berikut Espilen Blog sampaikan contoh majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.

Macam Tingkah Majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan ataupun kelompok. Serta dari 4 macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai tiruan dan spesies kategori yang akan Espilen Blog teliti dibawah itu.

Majas berisi atas:

--> Majas Perbandingan

--> Majas Pertentangan

--> Majas Sindiran

--> Majas Penegasan

Setelah diatas aku membahas tentang jenis dan macam-macam majas yang siap dalam kerangka berbahasa Nusantara. Dibawah itu akan dijelaskan secara lengkap bagaimana ulasan majas itu beserta itu juga aku berikan misalnya, referensi berikut kami miliki dari Wikipedia.

A. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyembulkan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pula pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terkuak atas:

1) Asosiasi ataupun Perumpamaan

Majas asosiasi ataupun perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, akan tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh implementasi kata seperti, bagaikan, seumpama, seperti, serta laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan kaca majas persekutuan:

Contoh:

Semangatnya keras seolah-olah baja.

Mukanya pucat bagai mayat.

Wajahnya kuning bersinar bagaikan tarikh purnama

2) Metafora

Permisalan adalah majas yang melepaskan ungkapan secara langsung berbentuk perbandingan analogis. Pemakaian kata atau grup kata sungguh dengan maksud yang otentik, melainkan guna lukisan yang berdasarkan pertemuan (pendapat) atau perumpamaan, misalnya tumpuan dalam kalimat pemuda ialah tulang punggung negri. Contoh majas metafora laksana berikut ini.

Rupa:

Engkau kaum jantung hatiku sayangku. (sangat penting)

Raja siang tampak dari ufuk timur

Jonathan adalah kartika kelas wilayah.

Harta karunku (sangat berharga)

Dia dianggap anak emas majikannya.

Perpustakaan merupakan gudangnya kecakapan.

3) Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seumpama mempunyai hati seperti oknum.

Contoh:

Badai mengamuk dan merobohkan wisma penduduk.

Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.

Peluit wasit menjerit lama menandai selesai dari perbandingan tersebut.

4) Alegori

Metaforis adalah Memproklamasikan dengan cara lain, oleh kiasan ataupun penggambaran.

Asosiatif: majas perbandingan yang pelik satu dan yang yang lain dalam kompi yang utuh.

Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

Figuratif biasanya berupa cerita yang penuh beserta simbol-simbol memasukkan moral.

Contoh:

Perjalanan kehidupan manusia diantaranya sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang ikhlas menerima segala sampah, dan yang di akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik

Simbolik ialah majas yang melukiskan jasad dengan

menjalankan benda, hewan, atau tumbuhan sebagai logo atau lambang.

Contoh:

Ia terkenal sebagai buaya darat.

Rumah itu gosong dilalap si jago merah.

Ia adalah seorang bunga desa

Bunglon, representasi orang yang tak mengasa

Melati, pengenal kesucian

Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia

Metonimia ialah majas yang menggunakan sifat atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan zat tersebut. Pengungkapan tersebut berupa penggunaan sebutan untuk massa lain yang menjadi merek, ciri khas, / atribut.

Contoh:

Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya sigaret gudang garam)

Setiap pagi Ayah terus-menerus menghirup kapal api. (maksudnya kopi kulit api)

Abi pulang dari luar zona naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan sesi untuk mengirim benda berdasar pada keseluruhan ataupun sebaliknya. Majas sinekdokhe berisi atas dua bentuk berikut.

a) Pars pro toto, yaitu mengumumkan sebagian untuk keseluruhan.

Kaca:

(a) Hingga detik tersebut ia belum kelihatan batang hidungnya.

(b) Per penyelenggara mendapat Rp. 300. 000.

b) Totem pro parte, yaitu menuturkan keseluruhan untuk sebagian.

Kaca:

(a) Dalam pertandingan pucuk bulu tangkis Rt. 03 mengikuti Rt. 07.

(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:

Pengungkapan dengan patokan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, sebagaimana layaknya, laksana, " umpama", "ibarat", "bak", bagai".

Tiruan:

Kau seumpama air hamba bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa pula.

B. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya sambil pembicara ataupun penulis secara maksud untuk memperhebat ataupun meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan partner kata yang berlawanan memiliki arti.

Contoh:

a) Tua yuana, besar kecil, ikut menyalakan festival itu.

b) Rendah kaya, mempesona buruk setara saja di mata Yang mahakuasa.

2) Paradoks

Paradoks merupakan majas yang mengandung pertikaian antara ketetapan dan kelurusan hati yang terdapat.

Contoh;

a) Aku ngerasa sendirian pada tengah kota Jakarta yang ramai ini.

b) Hatiku mengaduh di terus hingar gelumat pesta yang sedang berlanjur ini.

3) Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pengumuman berlebihan mulai kenyataannya beserta maksud melepaskan kesan menyusup atau minta perhatian.

Tiruan:

a) Suaranya menggelegar menguraikan angkasa.

b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes

Litotes adalah majas yang memberitahukan sesuatu dengan cara yang berlawanan mulai kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk mencela diri.

Kaca:

a) Makanlah seadanya cuma dengan nasi dan uap putih saja.

b) Kenapa kamu bertanya pada orang2 yang terbelakang seperti aku

ini?

C. Majas Persetujuan

Majas Ibarat ialah kicauan berkias yang menyatakan penegasan untuk menjulang kesan & pengaruhnya tentang pendengar ataupun pembaca”. Majas penegasan berisi atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan ocehan secara berlebihan dengan penentuan menegaskan maksud suatu pertuturan.

Contoh:

a) Semua siswa yang di atas agar segera rugi ke bawah.

b) Mereka mendongak terbang menyaksikan presentasi pesawat tempur.

2) Repetisi

Repetisi ialah majas iterasi kata-kata serupa penegasan.

Tiruan:

a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut tempat hati kita, marilah kita sambut putra kerabat.

3) Paralelisme

Paralelisme merupakan majas repetisi yang biasanya ada di dalam puisi.

Rupa:

Cinta merupakan pengertian

Gemar adalah kesetiaan

Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kesempatan sebuah omongan dalam satu kalimat dengan maksud menyatakan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:

a) Bukan, tak, bukan itu maksudku. Hamba hanya ingin bertukar pikiran aja.

b) Sewajarnya sebagai sekutu kita tampak rukun, sesuai, dan bersekutu.

5) Puncak

Klimaks adalah majas yang menyatakan sejumlah hal berdasar pada berturut-turut serta makin lambat makin meningkat.

Contoh:

a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, mencapai berbatas orang tua pula biar mengikuti pertandingan Agustusan.

b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, lebih dari itu Presiden sungguhpun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

6) Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan kurang lebih hal berdasar pada berturut-turut yang makin periode semakin berkurang.

a) Oknum sekolah, inang, staff bersekolah, dan siswa juga tampil dalam resepsi perayaan miskram[cak] itu.

b) Di metropolitan dan desa hingga ceruk kampung segenap orang merenung HUT RI ke -62.

7) Retorik

Retorik merupakan majas yang berupa perkataan tanya namun tak merindukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, ataupun menggugah.

Rupa:

a) Kata siapa cita-cita bisa diperoleh cukup beserta sekolah konvensional saja?

b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan?

D. Majas Sindiran

Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyembulkan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi sebagai:

1) Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan perincian untuk menyindir seseorang.

Tiruan:

a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu berbalik malam.

b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak siap Aku membaca.

2) Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan travesti secara langsung kepada manusia lain

Contoh:

a) Perkataanmu tadi benar menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh manusia terpelajar diantaranya dirimu.

b) Lama-lama awak bisa jadi puyeng melihat ragam lakumu yang bukan wajar ini.

3) Sarkasme

Sarkasme merupakan majas parodi yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan per orang yang sedang marah.

Contoh:

a) Mau muntah aku mengamati wajahmu, menghindar kamu!

b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak pintar!

Bagaimana, telah paham tak apa ini majas & jenis-jenisnya? Ada baiknya Anda menelaah lebih di dalam materi ini, karena kadang sering menongol di emas tempawan pelajaran Norma Indonesia dalam berbagai jenjang pendidikan. Demikianlah informasi yang bisa Espilen Blog dukung kali ini mengenai Pengertian Majas, Contoh & Macam-macam Majas Lengkap. Tanpa lupa pula memahami Ulasan Demokrasi untuk menambah pengertian Anda kian jauh.